Wakil Ketua DPRD Kab. Malang Dorong Kesetaraan Gender dan Kolaborasi Pembangunan di Kecamatan Turen
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarrok, M.HI., M.H
MALANGRAYANEWS | MALANG– Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Alayk Mubarrok, M.HI., M.H., menekankan pentingnya penguatan peran serta gender dalam menghadapi pesatnya arus modernisasi dan digitalisasi di wilayah Kecamatan Turen, Selasa (11/06/2026).
Menurutnya, pembangunan daerah tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan satu gender. Kesetaraan gender harus dimaknai secara tepat, yakni memberikan kesempatan dan akses yang setara bagi laki-laki dan perempuan untuk berkembang dan berkontribusi bersama, tanpa menghilangkan identitas serta peran saling melengkapi dalam keluarga maupun masyarakat.
Dalam pemaparannya, Alayk menegaskan bahwa perempuan di Turen kini tidak lagi terbatas pada ranah domestik semata, melainkan menjadi roda penggerak ekonomi yang sangat vital. Data menunjukkan sekitar 70 persen pelaku UMKM mikro di tingkat desa dikelola oleh kaum perempuan, mulai dari usaha keripik, kerajinan bambu, batik, hingga sektor kuliner.
Selain itu, perempuan juga semakin fasih memanfaatkan teknologi digital sebagai pengelola toko online dan kreator konten, sekaligus tetap menjadi pilar utama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Posyandu, PKK, serta bidang pendidikan.
Di sisi lain, transformasi peran juga dialami oleh kaum laki-laki di Kecamatan Turen. Laki-laki kini makin adaptif di sektor ekonomi kreatif sebagai petani milenial yang memanfaatkan teknologi cuaca digital, penyedia jasa, hingga pengusaha lokal. Tidak hanya itu, terjadi pergeseran positif dalam kehidupan keluarga, di mana para suami tidak ragu untuk berpartisipasi aktif dalam pengasuhan anak dan pembagian tugas rumah tangga.
Peran laki-laki modern juga diwujudkan sebagai agen pencegahan kekerasan serta pemimpin di tingkat desa yang inklusif dan mau memberikan ruang bagi perempuan untuk bersuara.
Meski demikian, Alayk tidak menampik masih adanya berbagai "tembok" hambatan yang merintangi terwujudnya kesetaraan gender secara penuh di Turen. Tantangan tersebut meliputi pandangan stereotip masyarakat yang membatasi pendidikan perempuan, beban ganda dalam rumah tangga, keterbatasan literasi digital, hingga masih minimnya keterwakilan perempuan dalam forum-forum pengambilan keputusan atau musyawarah desa. Kendala-kendala struktural dan kultural ini dinilai perlu segera diatasi melalui kerja sama yang erat dari seluruh pihak.
Untuk meruntuhkan berbagai hambatan tersebut, diperlukan langkah konkrit dan nyata di berbagai tingkatan. Di tingkat keluarga, konsep pembagian tugas secara tim perlu dibiasakan, sementara lembaga pendidikan diharapkan terus mengampanyekan keberagaman cita-cita anak tanpa batasan gender.
Selain itu, sektor UMKM perlu didukung melalui skema Credit Usaha Rakyat (KUR) khusus kelompok perempuan beserta pendampingannya, serta dorongan bagi pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran yang responsif gender melalui Pengarusutamaan Gender (PUG) dan program "Sekolah Digital Ibu".
Lebih lanjut, Alayk menggarisbawahi bahwa peran pemerintah daerah, kecamatan, hingga tingkat desa bukanlah untuk mengekang atau mengatur secara kaku, melainkan membuka jalan dan memfasilitasi kebutuhan warga. Pemerintah diharapkan hadir menyiagakan fasilitas publik yang ramah gender, seperti ruang laktasi di kantor pelayanan, posko pengaduan KDRT, akses internet gratis di balai desa, hingga pengumpulan data terpilah mengenai status kepala keluarga dan pengasuh. Upaya terpadu ini ditujukan untuk memastikan setiap kebijakan yang digulirkan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menutup keterangannya, Wakil Ketua DPRD Kab. Malang ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan visi "Turen 2030" yang inklusif, produktif, aman dari kekerasan, serta melek digital. Ia meyakini bahwa kekuatan utama Kecamatan Turen terletak pada kolaborasi harmonis antara laki-laki dan perempuan.
"Modernisasi tanpa kesetaraan gender ibarat rumah yang pincang sebelah. Turen akan menjadi jauh lebih kuat dan maju apabila kita bergerak dan melangkah bersama-sama," pungkasnya.
Editor :Ira Puspita Dewi