Kebakaran Hutan TNBTS Meluas ke Probolinggo dan Pasuruan, Total 520 Hektare Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
MALANGRAYANEWS | MALANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Minggu (09/08/2026).
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Kab. Malang, titik api pertama kali terpantau di kaldera Bromo Bukit Jantur/Bantengan wilayah administratif Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026. Akibat arah angin, pada 5 Agustus 2026 api menjalar ke wilayah Kabupaten Malang.
"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 520 Ha dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar. Saat ini wilayah terdampak meluas ke arah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," demikian isi laporan yang ditujukan kepada Bupati Malang.

Penanganan dilakukan tim gabungan secara darat dan udara. Operasi darat meliputi pembuatan sekat bakar dan pembasahan sisa bara api dengan dukungan 1 unit truk pemadam TNBTS, 1 unit mobil tangki portabel TNBTS, 1 unit truk tangki BPBD Prov. Jatim, dan 1 unit truk tangki BPBD Kab. Malang.
Untuk operasi udara, Minggu (09/08/2026) dilakukan water bombing oleh 3 unit Helikopter BNPB secara bergantian dengan total 42 rit 7 sortie sebanyak 108.000 liter. Rinciannya: PK-DBM AS35 sebanyak 4 rit @1.000 liter, PK-DAP sebanyak 11 rit @1.000 liter, dan PK-DAN sebanyak 22 rit @4.000 liter.
Total water bombing sejak awal penanganan hingga 9 Agustus 2026 mencapai 144.800 liter. BPBD Prov. Jatim juga mengoperasikan Drone Water Spray di area savana untuk pengamanan bawah dan pembasahan hot spot.
Kondisi terkini, Hot spot masih berasap di area Pusung Ledok Bedor, Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan. Sementara untuk area batas wilayah Kabupaten Malang sudah dinyatakan aman dan tidak ada bara api.
Sebagai langkah antisipasi, TNBTS menutup sementara seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo sejak Sabtu (08/08/2026) pukul 22.00 WIB. Pintu yang ditutup meliputi Cemorolawang Probolinggo, Wonokitri Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula Malang, serta Senduro Lumajang.
Saat ini Cuaca di wilayah Bromo terpantau cerah dengan kecepatan angin sedang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Hari ini, Senin (10/08/2026), tim gabungan akan melanjutkan water bombing dengan 2 unit helikopter BNPB serta pemantauan dan pemetaan titik api oleh tim darat.
Penanganan Karhutla TNBTS melibatkan beberapa unsur gabungan,diantaranya BNPB, BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, TNI-Polri, TNBTS, Manggala Agni, BASARNAS, hingga relawan dan komunitas Jeep Bromo, dan beberapa lainnya.
Editor :Ira Puspita Dewi