Ratusan Siswa dan Siswi dari 20 Provinsi di Indonesia Berebut Masuk SMA SPI Batu
Ketua Yayasan SPI Sendy Fransiscus Tantono Putro, S.T., M.Eng., Ph.D saat diwawancarai awak media usai kegiatan acara wisuda.
"Ya, hal itu terkait situasional dan dampak pandemi," ujarnya.
Koh Sendy sapaan akrabnya menyebutkan, jika dampak pandemi berpengaruh pada semua bidang kehidupan termasuk SPI.
"Sebelumnya banyak menoleh prestasi dalam berbagai kejuaraan, kini karena pandemi tidak ada lomba," tukasnya.
Menurut Sendy, SMA SPI yang berlokasi di Jalan Pandanrejo Nomor 2 Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu ini merupakan SMA berasrama (Boarding School) dengan murid dari seluruh Indonesia yang beraneka ragam, baik agama maupun suku.
"SMA SPI merupakan satu-satunya SMA di Kota Batu yang menerapkan muatan lokal entrepreneurship, lengkap dengan laboratoriumnya bernama Kampoeng Succezz. Kampoeng Succezz didirikan sebagai sarana belajar secara langsung dalam menerapkan teori-teori yang didapatkan di kelas. Sehingga peserta didik dapat mengalami dengan nyata dan menjadi kebiasaan (habit)," paparnya.
Sistem pembelajarannya sendiri, masih kata Koh Sendy, dengan menggunakan moving class. Tak hanya dalam kelas persegi empat, tetapi juga menggunakan sejumlah ruangan berbentuk oval dan bulat.
"Tujuannya agar para siswa tak terkungkung dalam sebuah ruangan. Waktu belajar mulai pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB. Di sela istirahat makan siang, para siswa melihat hewan ternak dan tanaman sayuran yang mereka pelihara dan tanam," ungkap Koh Sendy.
Sendy mengaku, bahwa sekolah gratis yang dipimpinnya ini sukses menelurkan anak-anak berprestasi sebelum pandemi, tidak hanya dalam lingkup nasional, tetapi hingga sampai mancanegara.
"Beberapa prestasi yang ditorehkan antara lain, menjadi narasumber Unesco International Conference Hang Zhou China 2019, Juara 1 Lomba Photography Binus Event 2019, mendapat penghargaan KEMENDAGRI Ormas Awards Kategori Pendidikan 2019, juara Harapan 1 Science Technology Engineering Competition Tingkat Nasional, narasumber TVET Meeting Asia, dan masih banyak yang lainnya," bebernya.
Sendy juga mengungkapkan, tidak hanya dalam hal akademik, para siswa juga mengantongi segudang prestasi di dunia olahraga. Seperti Juara Tinju tingkat Provinsi Jawa Timur, Juara 1 karate putri olimpiade Olahraga kota Batu, hingga Juara 1 Futsal se Kota Batu.
"Lantaran kisah sekolah yang inspiratif tersebut, telah dua kali SMA Selamat Pagi Indonesia difilmkan ke layar lebar, yakni film berjudul ‘Say I Love You’ dan ‘Anak Garuda’. Film terakhir itu diproduseri Verdi Solaiman," tutupnya.
Read more info "Ratusan Siswa dan Siswi dari 20 Provinsi di Indonesia Berebut Masuk SMA SPI Batu" on the next page :
